Minggu, 10 Februari 2008

kesaksian dan keajaiban jari jemari

Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah
kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksian kaki
mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.
(QS. 36 Yaasin: 65)

Di antara ni'mat Allah yang besar kepada manusia adalah
diberikannya tangan dan kaki yang sangat besar manfaat
kegunaan nya. Di ujung tangan itu ada jari jemari yang
memiliki banyak sekali fungsi dan kegunaan. Selain untuk
mengambil, meletakkan atau membawa sesuatu bersama telapak
tangan jari jemari dapat mengepal, memijit, menggosok,
memukul, menonjok, menjitak, memilin, memelintir, meremas,
membelai, menusuk, mencengkeram, dan lain-lain.

Jari-jemari tangan kita kiri kanan masing-masing terdiri
dari 5 sehingga semuanya ada 10 dan masing-masing memiliki
4 ruas (kecuali jempol = 3 ruas) sehingga jumlah
keseluruhannya 38 ruas.

Tahukah anda, jumlah jari jemari anda mengandung keajaiban
angka 19 ?
(catatan: dengan mengabaikan ruas-ruas tulang
pergelangan) . Silakan anda hitung sendiri maka akan anda
dapati sbb:

jari kelingking__ _________ ___==> ada empat ruas
jari manis_______ _________ _==> ada empat ruas
jari tengah______ _________ _==> ada empat ruas
jari telunjuk____ _________ __==> ada empat ruas
jari jempol (ibu jari)_______ __==> ada tiga ruas
------------ --------- -- +
( 4 + 4 + 4 + 4 + 3 ) Total jumlah = 19 ruas

Keduanya berfungsi seimbang dan dapat bekerjasama dengan
baik untuk kepentingan sang pemilik. Keseluruhan ruas jari
ini ini dapat ditekuk-tekuk sedemikian rupa sehingga
bersama dengan telapak tangan dapat melakukan banyak
aktifitas. Bila satu ruas saja bermasalah, pemiliknya
pasti akan merasa susah. Jika satu saja jari Anda
terkilir, dapat dipastikan Anda akan menjadi repot. Jari
jemari yang posisinya seimbang itu dilengkapi dengan
kuku-kuku bermanfaat. Dia bisa digunakan untuk mencubit,
mengambil barang yang kecil dengan jalan mencabut, jari
dan kuku juga berfungsi untuk keindahan.

Kebaikan dan Keburukan

Setiap jari - ibu jari, telunjuk, jari tengah, jari manis,
dan kelingking punya aktifitas masing-masing sesuai
profesi pemiliknya. Ada yang sering dipakai untuk
menjahit, memegang uang, memegang cangkul, mesin,
mengetik, dan lain-lain. sesuai dengan jenis kerja
pemiliknya. Jari jemari sangat penting bagi para
olahragawan yang keahliannya menggunakan tangan dan para
seniman yang berkarya dengan jemarinya.. Aktifits jari
jemari memang untuk membantu manusia melaksanakan
pekerjaan dan merealisasikan keinginannya.

Gerakan-gerakan jari-jemari pun memiliki makna
sendiri-sendiri. Acungan jempol misalnya berarti ungkapan,
"bagus" atau "hebat". Anda tidak mendapat sesuatu yang
Anda inginkan atau "kecele" biasanya diistilahkan dengan
"gigit jari". Jari-jemari pun jadi alat isyarat. Ketika
kita menyatakan persabatan kita pun berjabat tangan yang
merekatkan telapak tangan dan jari jemari kita ke tangan
sahabat kita. Jari yang telunjuk yang ditaruh tegak di
depan mulut berarti "Hati-hati" atau "Berhentilah bicara".
Jari yang diletakkan melintang di kening menandakan bahwa
pelakunya hendak memberi tahu bahwa seseorang itu tidak
waras (sinting). Telunjuk yang diarahkan kepada seseorang
berarti menuding. Bila kesemua jari dan telapak tangan
diangkat ke atas berarti lambaian. Banyak isyarat lain
dilakukan dengan jari.

Al Qur-an juga menggambarkan fungsi jari sebagai alat
isyarat. Orang munafik yang menolak kebenaran dalam Al
Qur-an dilukiskan sebagai orang-orang yang menyumbat
kuping dengan jarinya.

Atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari
langit disertai gelap gulita, guruh dan kilat; mereka
menyumbat telinganya dengan anak jarinya, karena
(mendengar suara) petir, sebab takut akan mati. Dan Allah
meliputi orang-orang yang kafir. (QS. 2. Al Baqarah:19)

Menyumbat telinga dengan jari dalam ayat di atas adalah
kiasan menutup hati dari bimbingan hidayah Allah. Inilah
kiasan terhadap orang-orang munafik yang hatinya
berpenyakit dan enggan menerima kebenaran.

Para koruptor menggunakan jari jemarinya untuk memindahkan
angka-angka hitungan uang dalam memanipulasi para
pemeriksa keuangan di tempatnya bekerja. Jempol dan
telunjuk digunakan menulis dengan pulpen atau pinsil di
atas kertas. Seorang direktur menandatangani surat-surat
penting dengan pulpennya. para pelajar mencatat pelajaran,
para pelukis menggambar di atas kanvas, dan lain-lain.

Jari jemari digunakan untuk keburukan misalnya oleh para
pengarang yang mengotak-ngatik tulisan sehingga
menyesatkan orang lain. Ujung jari-jemarinya digunakan
untuk menekan tuts huruf di atas keyboard ketika membuat
tulisan yang membangkitkan selera rendah orang lain.
Seorang pembunuh yang menggunakan pistol memakai
telunjuknya untuk menarik picu pistolnya sehingga pistol
itupun memuntahkan peluru. Para penjahat dan pelaku
kecurangan menggunakan jari jemari dalam menjalankan
aksinya,

Sebaliknya jari jemari juga dilakukan untuk kebaikan dan
ibadah kepada Allah. Dengan jari jemari Anda dapat
menolong orang lain. Anda yang sedang berzikir kepada
Allah juga menggunakan jari jemari untuk menghitung
puji-pujian terhadap Allah. Jumlah kalimat thoyyibah :
Subhanallah, Alhamdulillah, dan Allahu Akbar biasanya
dihitung masing-masing 33 kali sedangkan istighfar dan Laa
ilaha-illallah 100 kali sehingga mudah dilakukan dengan
menekan jari jemari yang berjumlah 30 dan ditambah 3.

Ketika Anda berdiri dalam sholat jari-jari tangan sebelah
kanan di taruh di atas tangan kiri. Jari telunjuk pun
diacungkan ketika seseorang mengucapkan dua kalimat
syahadat di dalam sholatnya. Karena itu jari jemari ini
tahu persis apa yang telah dilakukan pemiliknya.. Apakah
jari Anda digunakan berdzikir, bersyahadat ataupun
melaksanakan ibadah lainnya. Apakah dia membuat kebaikan
ataukah keburukan, semua ada balasannya.

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun,
niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa
yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, niscaya
dia akan melihat (balasan)nya pula. (QS. 9. Az
Zalzalah:7-8) /b]

Menjadi Saksi

Kendati banyak sekali fungsi dan perannya, jari jemari
tidak menentukan segalanya dalam aktifitas hidup manusia.
Sebab pengendali utama hidup manusia adalah hatinya. Jika
hatinya sehat manusia menjadi baik. Jika harinya
berpenyakit maka perbuatannya pun akan buruk. Jari jemari
melakukan tugas yang diperintahkan otak manusia. Otak ini
dikendalikan hati yang terdapat di dalam dada. Dengan
sangat indah Nabi Muhammad Shollallahu Alaihi Wa Sallam
menggambarkan bahwa hati mukmin berada di antara jemari Ar
Rahmaan

Maksudnya Allah teramat dekat dengan manusia sehingga
sewaktu-waktu dapat membolak-balik hatinya dari posisi
beriman menjadi kufur atau dari kufur menjadi mukmin.
Setiap muslim dituntut memelihara imannya dan berdo'a
kepada Allah,

[b]Ya Allah yang mampu membolak-balik hati teguhkanlah
hatiku dalam agama-Mu (Al hadits)

Muslim hendaknya memelihara keteguhan hatinya di dalam
agama Allah dan mencegah jari jemarinya dari perbuatan
durhaka. Sebab, jari jemari itu akan menjadi saksi atas
apa yang diperbuat pemiliknya. Al Qur-an menyatakan
tentang kondisi hari kiamat dimana jari jemari manusia
yang telah hancur bercampur tanah akan dikembalikan,

Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun (kembali)
jari jemarinya dengan sempurna. (QS. 75. Al Qiyamah:4)

Inilah penggambaran yang sempurna tentang kehidupan
sesudah mati. Allah akan menyusun kembali tulang belulang
manusia yang berserakan. Bahkan setiap ruas jari-jemari
akan kembali utuh sebagaimana semula.. Si empunya jari
jemari itu pun dituntut pertanggungjawaban terhadap apa
yang telah diperbuat nya.

[i]Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah
kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksian kaki
mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan. (QS. 36.
Yaasin:65)

Tidak itu saja, persaksian terhadap sikap, ucapan, dan
perilaku bukan hanya disampaikan oleh jari jemari tetapi
juga oleh kulit manusia. Karena seperti halnya jari jemari
setiap sel kulit akan kembali seperti semula untuk
memberikan persaksian terhadap apa yang diperbuat oleh
pemiliknya.. .

Sehingga apabila mereka sampai ke neraka, pendengaran,
penglihatan dan kulit mereka menjadi saksi terhadap mereka
tentang apa yang telah mereka kerjakan.
(QS. 41. Fushshilat:20)

Mukjizat Allah, tanda 99 (Asmaul Husna) pada telapak
tangan anda

- Tahukah sahabat, garis utama kedua telapak tangan kita, bertuliskan dalam angka Arab yaitu :
|/\ pada telapak tangan kanan, artinya : 18
dan /\| pada telapak tangan kiri, artinya : 81

Jika kedua angka ini dijumlahkan, 18+81 = 99
99 adalah jumlah nama/sifat Allah, Asmaul Husna yang
terdapat dalam Al-Quran !

Bila 18 dan 81 ini dirangkaikan, maka terbentuk angka
1881.
Angka ini adalah angka kelipatan 19 yang ke-99 !
( 19 x 99 = 1881 )

Seperti diketahui angka 19 adalah fenomena tersendiri
dalam Al-Quran, yang merupakan bukti kemukjizatan
al-Quran.

- Tahukah anda, bahwa ruas-ruas tulang jari (tapak tangan
maupun telapak kaki) anda, terkandung jejak-jejak nama
Allah, tuhan yang sebenar pencipta alam semesta ini. Kalau
nggak percaya bisa didemonstrasikan. Silakan perhatikan
salah satu tapak tangan anda (bisa kanan bisa kiri).
Perhatikan lagi dengan seksama:

jari kelingking ==> membentuk huruf alif
jari manis, jari tengah, & jari telunjuk ==> membentuk
huruf lam (double)
jari jempol (ibu jari) ==> membentuk huruf ha'

Jadi jika digabung, maka bagi anda yang mengerti huruf
Arab akan mendapati bentuk tapak tangan itu bisa dibaca
sebagai Allah (dalam bahasa Arab).

Maka benarlah firman Allah SWT :
"Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda Kami
di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri,
hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Quran itu adalah benar.
Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi
atas segala sesuatu?" QS. Fushshilat 41:53

KEAJAIBAN SIDIK JARI

Ilmu pengetahuan modern menyingkap banyak hal yang membuat
keimanan seorang mukmin terhadap keterangan Al Qur-an
semakin mantap. Ayat-ayat Allah di dalam Al Qur-an menjadi
benar-benar jelas tergambar dan terbukti kebenarannya
manakala kita melihat bukti-bukti nyata dalam alam semesta
dan kemajuan ilmu pengetahuan. Dalam kasus pembunuhan
misalnya, Polisi dapat mengidentifikasi kejahatan
berdasarkan sidik jari yang ditinggalkan oleh pelaku di
tubuh korban. Hal ini disebabkan struktur sidik jari
setiap orang berbeda satu dengan lainnya. Bila kelak
penjahat itu telah ditemukan maka untuk membuktikan
kejahatannya sidik jarinya akan dicocokkan dengan sidik
jari yang ada dalam tubuh korban.. Maka si penjahat tidak
dapat memungkiri perbuatannya di hadapan polisi.

Karena itu pula seorang yang mau menggunakan ATM (Anjungan
tunai Mandiri) di masa depan mungkin tidak perlu lagi
menggunakan kode-kode PIN yang perlu dia ingat. Cukup
dengan menaruh telapak tangan di atas mesin yang dapat
mengidentifikasi dirinya. Jumlah uang yang diinginkan pun
tidak perlu ditekan-tekan lagi tetapi cukup dengan
diucapkan dan komputer akan menerjemahkannya dalam bahasa
angka. Berapa jumlah uang yang Anda minta akan diberikan
dan uang di rekening Anda akan dipotong dengan sendirinya.

Pintu rumah di zaman yang akan datang tidak perlu lagi
dikunci dengan alat kunci tradisional tetapi bisa dibuka
oleh alat sensor yang hanya mengenal jari-jari orang
tertentu saja... Demikian juga stir mobil akan mengenal
hanya pengemudi tertentu saja karena ada sensor yang
mengenal jari pemiliknya.

Keistimewaan pada jari jemari manusia menunjukkan
kebenaran firman Allah yang menyatakan bahwa segala
sesuatu ada bekasnya. Allah tidak akan menyia-nyiakan
bekas-bekas ini untuk dituntut di yaumil akhir nanti.

Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami
menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas
yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan
dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh). (QS. 36.
Yaasin:12)
di ambil dari e-mail dyan

Tidak ada komentar: